Which one are we..? Manager VS Leader

Untuk mengetahui siapa manager di sebuah team atau perusahaan sangat mudah, tanyakan ke beberapa orang dan anda akan mendapatkan jawabannya dengan relatif cepat. Hampir semua orang tahu siapa manager dan siapa bukan.

Untuk mengetahui siapa leader tidak semudah itu, kita harus berinteraksi, get the sense of team dynamic dan kitapun akan mengetahui siapa leadernya… mungkin si manager, mungkin juga bukan.

Manager pada dasarnya adalah orang yang bertugas untuk menjalankan usaha dengan baik dan lancar melalui resources yang dia miliki. Hampir pasti bahwa dia memiliki semacam “formal announcement” sehingga semua orang di organisasi tahu hierarchy nya.

Manager membutuhkan KPI (key performance indicator), membutuhkan Job discription, membutuhkan formal authority untuk melakukannya pekerjaannya dengan baik.

Leader tidak membutuhkan hal itu… tetapi tanpa atau dengan authority, dia memiliki power untuk membuat kita “panas”, termotivasi, melakukan sesuatu, terobosan atau hal-hal baru yang mungkin tanpa disertai imbalan yang lebih.

Not easy to be a leader, tetapi biasanya orang yang secara yakin dan ingin memajukan orang lain dan lingkungannya tanpa pamrih, kita dengan sedang hati untuk menjadi supporter.

Regardless the title apakah itu Jendral, Presiden, Direktur, Managing director etc etc etc… kalau kita tidak memiliki kualitas leadership, maka title tersebut hanyalah “glorified manager”.

Jakarta, maret 2011

Advertisements

Working long hours?

Salah seorang team leader pernah mengatakan ” Hei lihat team saya sampai jam 9 malam semuanya masih lengkap dan bekerja” mungkin yang secara implisit dikatakan kalau team-mu sudah tinggal kamu doang. Saya juga melihat team itu memang secara konsisten bekerja sangat keras sampai malam, bahkan beberapa anggota team bekerja sampai tengah malam/pagi.¬† Secara Jujur, saya kasihan dengan teamnya.

Saya bukan anti kerja “long hours”, tetapi bila hal tersebut terjadi terus menerus something is really wrong. Ada beberapa hal mengapa seseorang bisa bekerja long hours.

1. Mengejar Deadline.

Ini adalah alasan yang biasanya digunakan, alasan ini sangat valid, dan beberapa kali saya dan team harus bekerja sampai dengan malam untuk mengejar deadline. Tetapi kalau deadline terus terusan datang silih berganti dan mengharuskan kita bekerja sampai malam (long hours), mungkin sistemnya yang salah, atau teamnya yang kurang, atau prasarananya kurang memadai.

2. Way Of Life

Beberapa dari kita memiliki prinsip atau ingin disebut workaholic meskipun sebenarnya berarti “sakit jiwa” tapi actually beberapa orang senang disebut demikian. Mereka merasa menjadi pahlawan bagi perusahaan dimana dia bekerja, tanpanya mungkin perusahaan akan collapse dan tidak ada orang yang dapat menggantikannya.

It’s a complete bullshit, orang seperti ini, meskipun tidak melakukan apa-apa juga akan “seolah bekerja” sampai malam, mencari-cari dan mengurusi hal hal yang bukan pekerjaannya. Beberapa orang dari tipe ini sebenarnya sedang “lari dari kenyataan” tidak memiliki kehidupan sosial, memiliki masalah dg keluarga dll.

3. Ineficient dalam bekerja

Tentu saja bila kita bekerja dengan lambat dan tidak efisien, akan mengharuskan kita bekerja lebih lama, biasanya ini dialami oleh new recruits. Tetapi harusnya tidak terjadi lama, mungkin 3-6 bulan harusnya new recruits sudah memiliki “otot” yang cukup untuk bekerja dg efisien. Bila kita bekerja terus terusan sampai malam karena tidak efisien, mungkin pekerjaan tersebut kurang sesuai dengan kemampuan kita.

Dari tiga hal diatas saya ingin mengatakan, Working long hours although sometimes necessary, it will do more harm than good in the long run karena:

  1. Tidak selamanya bekerja lebih lama mendapatkan lebih banyak hasil
  2. Membuat malas berpikir untuk menghasilkan sesuatu yang lebih efisien
  3. Membuat kita terpaku pada detail dan kurang strategic / berkembang
  4. Kemampuan untuk problem solving akan terbatas karena terbiasa menggunakan kekuatan “otot” untuk menyelesaikan masalah
  5. Membuat anggota team lain “grogi” kalau mau pulang sesuai waktu.
  6. Ok for short term but long terms it will burns you out..!

Kalau anda merasa anda menjadi pahlawan dengan bekerja long hours secara konsisten… maaf anda sebetulnya malah merusak…

Untuk anda yang menjadi leader, bila team anda bekerja long hours secara konsisten, cobalah dianalisa apa masalahnya… sekali lagi kelihatannya menguntungkan, tapi long term kita akan rugi sendiri. Selain itu bila kita tidak selesaikan masalahnya, kita berlaku tidak adil kepada anggota team kita.